23 Agustus 2013

Visi dan Misi Saya di Bisnis Jaringan

2 komentar
 

Oleh Tarjum



Kita semua tahu, sebagian orang berpikir negatif terhadap bisnis jaringan atau MLM.

Bisnis apa pun pasti ada sisi negatif dan positifnya, termasuk bisnis jaringan. Lebih adil kiranya jika kita bisa menilai secara obyektif sisi positif dan negatif bisnis jaringan.

Karena tak bisa dipungkiri, dibalik kegagalan banyak orang, tak sedikit pula orang-orang yang sukses di bisnis jaringan.

Melalui artikel ini saya mencoba melihat sisi positif bisnis jaringan seobyektif mungkin dari kacamata pelaku bisnis jaringan.

Beberapa keunikan bisnis jaringan diantaranya adalah :

1. Modal awal yang relatif kecil.
2. Bisa dijalankan oleh siapa saja tanpa batasan usia, latar belakang pendidikan atau status sosial.
3. Waktu dan tempat untuk menjalankannya sangat fleksibel. Bisa dijalankan kapan saja dan dimana saja, tidak butuh waktu dan tempat khusus.

Nah, dari 3 keunikan bisnis jaringan inilah, saya mencoba membangun visi dan misi saya di bisnis jaringan.


1. Memberi Jala bukan Ikan

Banyak kalangan menengah kebawah yang tidak punya kesempatan bekerja atau merintis usaha karena terkendala skill dan modal. Di bisnis jaringan, kedua hal tersebut bukan masalah besar. Seseorang yang tanpa skill dan modal, tapi punya motivasi dan keinginan kuat untuk maju bisa manjalankan bisnis jaringan.

Semua orang punya kesempatan yang sama untuk sukses di bisnis jaringan. Yang menentukan kesuksesan seseorang di bisnis jaringan adalah seberapa gigih dan keras dia menjalankan bisnisnya dibanding yang lain.


2. Memberi Pembelajaran dan Melatih Skill Bisnis kepada Banyak Orang

Orang-orang yang tak sempat mengenyam pembelajaran bisnis di bangku kuliah, bisa belajar teori dan praktik ilmu-ilmu bisnis di bisnis jaringan. Sebagaimana kita tahu, di bisnis jaringan ada sistem pendidikan dan pelatihan untuk memudahkan para member manjalankan bisnisnya.


3. Membantu Mencari Solusi atas Masalah Bisnis atau Masalah Pribadi para Member

Setiap orang pasti punya masalah, termasuk para pelaku bisnis jaringan. Saya akan mencoba membantu mencarikan solusi untuk masalah yang dihadapi para member di jaringan. Membangun budaya membantu dan memberi solusi untuk para leader dan member di jaringan.

Karena, bagaimana mungkin seseorang yang sedang menghadapi banyak masalah bisa menjalankan bisnis dengan baik. Maka dari itu bantu dulu menyelesaikan masalahnya, jika masalahnya sudah teratasi dia bisa menjalankan bisnisnya dengan motivasi tinggi.


4. Membangun Budaya Melayani dan Peduli

Melayani downline, melayani konsumen, melayani prospek dan melayani masyarakat.
Downline yang dididik, diarahkan, didukung dan dilayani dengan kepedulian akan dengan senang hati menjalankan bisnisnya. Mereka juga akan sangat loyal kepada sponsor, upline dan perusahaan, karena mereka sudah merasa nyaman menjadi bagian dari jaringan kita.

Kita gak harus mendorong-dorong mereka untuk jalan, tapi mereka akan membangun jaringan bisnisnya dengan antusiasme tinggi.

Jika kita melayani dan peduli kepada konsumen, mereka akan merasa puas. Jika puas, mereka akan dengan senang hati merekomendasikan produk dan bisnis kita kepada orang lain.

Jadi, konsumen yang dilayani dengan baik, bukan hanya akan mengkonsumsi produknya tapi tanpa diminta akan mempromosikan produk kita.


5. Menjalankan Bisnis dengan Jujur

Jujur kepada diri-sendiri, perusahaan, upline, downline, konsumen, prospek dan kepada publik. Kejujuran akan melahirkan kepercayaan. Kepercayaan adalah modal utama di dunia bisnis, tak terkecuali di bisnis jaringan.

Jika orang-orang sudah percaya, produk apa pun yang kita pasarkan akan diterima dengan baik oleh konsumen. Jika kita dikenal sebagai orang yang jujur, tak akan sulit mensponsori orang, karena mereka tak khawatir akan ditipu atau dibodohi.


Nah, jika anda berminat menekuni bisnis jaringan dan meraih puncak kesuksesan sebagai seorang networker, mari bergabung dengan jaringan bisnis kami.

Readmore...
6 Februari 2013

Be Smart Don’t Be Stupid

0 komentar
 
Oleh Bravo9682

Salah satu hukum alam adalah apa yang ditabur dia yang menuai, hubungan sebab akibat.

Jika pelaku melakukan tindakan konyol dan bodoh dalam menjalankan bisnis MLM, maka bisnis MLM akan hancur atau citra namanya akan menjadi buruk.

Contoh dari 100 orang yang pernah saya temui di lapangan, sebanyak 80 % orang tidak suka atau tidak respek terhadap bisnis MLM. sisanya yang 20 % hanya orang yang belum mengenal bisnis MLM.

Sebanyak 80% orang yang tidak suka atau tidak respek terhadap bisnis MLM disebabkan oleh berbagai hal, seperti ada yang menjadi korban penipuan bisnis MLM, dijebak di dalam undangan bisnis, dipaksa ikut bisnis MLM, dan terakhir adalah melihat rekan, saudara, keluarga mereka yang menggeluti bisnis MLM tidak berhasil atau sukses secara finansial.

Selain pelaku membuat citra semakin buruknya bisnis MLM, secara pribadi seorang pelaku MLM akan kehilangan kepercayaan dari teman atau orang-orang terdekatnya. Jika anda tidak sadar, maka anda semakin sering berbohong dan menipu kepada orang lain (semakin menjadi-jadi).

Gunakan Daya Pengamatan dan Pengendalian Diri

Mencari riset sebelum melangkah dengan mencari tahu latar belakang, situasi, dan kondisi sang prospek (pengamatan), serta memiliki pengendalian diri dalam bersikap dan bertutur kata. Itulah yang namanya memiliki etika dalam berbisnis MLM.

Contohnya :

Jika anda hendak mendatangi dan mempresentasikan bisnis MLM kepada sang prospek, di mana sang prospek ini memiliki latar belakang pekerjaan di bidang hukum, maka anda harus paham mengenai legalitas hukum bisnis MLM (perusahaan, produk, dan lainnya) yang hendak anda tawarkan.

Jika anda hendak mendatangi dan mempresentasikan bisnis MLM kepada sang prospek, di mana sang prospek ini memiliki latar belakang pekerjaan di bidang teknik, maka anda harus paham mengenai komposisi dari produk MLM (produk supplement, kecantikan, pupuk, dan sebagainya) yang hendak anda tawarkan.

Jika anda hendak mendatangi dan mempresentasikan bisnis MLM kepada sang prospek, di mana sang prospek ini memiliki latar belakang pekerjaan di bidang ekonomi, maka anda harus paham mengenai keuntungan dari segi finansial /kompensasi/bonus di bisnis MLM (perusahaan, produk, dan lainnya) yang hendak anda tawarkan.

Misalnya lagi, sewaktu anda mau memprospek seseorang pastikan dulu anda telah mempelajari situasi dan kondisi sang prospek tersebut.

Contohnya :

Jangan mulai mempresentasikan bisnis MLM pada saat anda baru kenal dengan seseorang. Kesannya anda hanya memanfaatkan perkenalan tersebut untuk tujuan bisnis semata.

Jangan mulai mempresentasikan bisnis MLM pada saat sang prospek lagi ada masalah, entah masalah keluarga, pekerjaan, dan sebagainya.

Masih banyak lagi contohnya. Yang penting adalah anda harus memiliki kepekaan dalam membaca situasi dan kondisi, serta anda harus memiliki rasa empati kepada sang prospek jika lagi ada masalah.

Pahami konsep 3 S (Selling, Service, dan Sponsoring)

kalau saya pribadi menyarankan kepada pelaku MLM adalah untuk menggunakan konsep 3 S dalam menjalankan bisnis MLM.

Penjelasan Konsep 3 S yaitu :

Selling/menjual : untuk maintenence dalam hal tutup point dan sekaligus untuk mendapatkan keuntungan penjualan yang berkisar antara 15%-20%. Jualah keunggulan produk anda kepada konsumen yang menjadi target anda. Pahamilah product knowledge secara baik dan benar tanpa ada unsur tipu daya untuk memikat konsumen. Justru kalau anda melakukan apa adanya tanpa ada bumbu-bumbu tipu muslihat, malah lebih sukses dalam menjual produk.

Service/pelayanan : memberikan pelayan setelah anda berhasil menjual produk ke konsumen. pelayanan bisa berbagai bentuk. misal, menanyakan bagaimana reaksi setelah mencoba produk tersebut, memberikan informasi tambahan mengenai produk yang telah konsumen beli, pokoknya layani konsumen ibarat raja deh.

Sponsoring/perekrutan : setelah berhasil melakukan selling dan memberikan kepuasan kepada konsumen karena anda telah memberikan pelayanan yang baik dan bagus, maka untuk melakukan sponsoring tidaklah terlalu sulit. Dengan melakukan sponsoring sekaligus anda akan membuat jaringan omzet di grup anda.

Readmore...

5 Kebiasaan Unggul Top Leader MLM

0 komentar
 
Oleh Redaktur APLI

Hampir semua top leader MLM memiliki kebiasaan-kebiasaan unggul yang memperkuat karakter mereka, menghantarkan mereka ke puncak pencapaian, serta menjadikan sukses mereka di bisnis ini berkelanjutan.

Apabila kebiasaan-kebiasaan top leader ini dilakukan oleh setiap distributor MLM, maka peluang mereka untuk dapat meraih kesuksesan juga semakin terbuka lebar. Apa saja kebiasaan unggul para top leader MLM? Berikut prinsip-prinsipnya.


1. Menjadi Pemenang

Seorang top leader MLM adalah juga seorang pemenang. Berpikir positif sebagaimana dilakukan oleh para pemenang sudah harus menjadi menu utama dalam upaya kita membangun jaringan bisnis MLM.

Memberi komentar-komentar positif yang jujur dan tulus kepada orang lain merupakan investasi kepribadian. Maka, jika kita mulai berpikir dan mengatakan hal-hal negatif, berhentilah! Sebab, seorang top leader MLM selalu mengatakan hal-hal yang mengindikasikan bahwa memang ia adalah seorang pemenang. Dan, pemenang sejati adalah mereka yang— bukan saja bisa membuat orang lain merasa jadi pemenang, tetapi—sungguh-sungguh mampu menjadikan orang sebagai pemenang.


2. Menjadi Duta Besar

Seorang top leader MLM memiliki posisi strategis di antara perusahaan sebagai mitra dengan grup yang dikembangkannya serta masyarakat umum sebagai pelanggan mereka.

Karena tanggung jawab yang besar inilah, maka dalam bersikap, berbicara, dan berperilaku, para top leader ini harus sangat berhati-hati.

Sebagai panutan para distributor sekaligus mitra strategis perusahaan MLM, mereka tak ubahnya mercusuar yang harus memandu kapal-kapal yang berlalu-lalang dengan segala tujuan dan kepentingannya.

Nah, prinsip ini sejatinya juga harus dipegang oleh setiap leader di berbagai jenjang kedistributoran. Bahkan, prinsip ini harus sudah harus diduplikasikan dalam jaringan sejak dini.


3. Terus Melahirkan Pemenang

Rutin merekrut bukanlah keharusan bagi distributor baru saja. Sebab, dari merekrutlah dibuka kemungkinan lahirnya para pemenang atau leader baru.

Seorang top leader yang sudah mapan dan sangat senior pun harus terus merekrut member baru. Tentu saja, cara merekrut seorang top leader pasti sedikit beda nuansanya dengan mereka yang baru bergabung.

Yang pasti, top leader mampu merekrut orang dengan cara yang elegan, efektif, dan efisien. Dan, kemampuan hebat ini malah sudah menjadi kebiasaan yang semakin memantapkan posisinya.


4. Mendewasakan Leader

Rutin merekrut member memang penting. Namun, tak kalah penting lagi adalah kebiasaan menemukan member yang berbakat memimpin jaringan. Merekalah yang nantinya bisa kita andalkan untuk membangun dan mengembangkan organisasi bisnis bersama-sama.

Faktanya, memang banyak distributor baru yang puas hanya sebagai pelanggan, memperoleh harga diskon, namun tidak berniat mengembangkan bisnis. Nah, seorang top leader memiliki kemampuan dan kebiasaan untuk menemukan para leader baru.

Kemudian, lebih dari sekadar menemukan leader baru, seorang top leader harus mampu menggembleng dan mendewasakan para leader baru. Kemampuan ini pun harus dijadikan sebagai sebuah kebiasaan unggul.

Kita semua tahu, bisnis MLM penuh dengan tantangan dan beragam persoalan. Dan, tugas top leader-lah untuk mematangkan mereka supaya menjadi leader yang matang oleh pengalaman dan kuat oleh tantangan.

Semakin banyak leader baru yang berhasil dimatangkan dan didewasakan, maka akan semakin mapan pula posisi seorang top leader. Namanya akan semakin
melegenda. Dan, ini sungguh-sungguh dapat memperkuat jaringan bisnis grup yang dibangun dan dikembangkan.


5. Terus Asah Gergaji

Inilah nasihat Stephen Covey yang tidak akan lekang oleh waktu. Bahwasannya, kita harus selalu mengasah diri dan menjalani proses pembelajaran sepanjang hayat. Apa yang telah kita pelajari, kita kuasai—bahkan kalaupun itu sudah merupakan kebiasaan—ada kalanya mengalami penumpulan.

Sama seperti gergaji yang tidak tajam lagi— sekalipun masih bisa dipakai untuk memotong balok kayu—tetapi waktu dan tenaga yang dibutuhkan pastilah lebih banyak. Itu berarti, kita tidak lagi bisa meraih tujuan secara efektif dan efisien.

Seorang top leader MLM, dengan segala kemapanan posisi kedistributoran, senioritas, dan pengalamannya yang kaya di industri ini, tetap membutuhkan amunisi baru. Amunisi ini berupa keterampilan-keterampilan baru, wawasan baru, kreativitas baru, dan berbagai hal yang bermanfaat—bukan saja untuk dirinya sendiri, namun juga bermanfaat bagi jaringan bisnisnya.

Mengapa perlu amunisis baru? Karena, segala sesuatu berubah, dan persoalan baru tidak selalu bisa diselesaikan dengan paradigma lama.[ez]
Readmore...
7 Desember 2012

Ceria di Dunia Maya dengan Tarif Hemat dari Indosat

0 komentar
 
Oleh Tarjum

Popularitas situs jejaring sosial yang satu ini memang luar biasa.

Siapa yang tak kenal Facebook. Pengguna situs jejaring sosial terbesar di dunia ini sekarang sudah lebih dari satu miliar orang.

Penguna facebook Indonesia sekarang sudah berada di peringkat 3 terbesar di antara pengguna facebook di seluruh dunia.

Dulu pengguna layanan situs jejaring sosial ini mungkin hanya kalangan tertentu; pelajar, mahasiswa, pekerja profesional dan pengusaha yang punya akses internet melalui personal computer (PC), Laptop dan Smartphone.

Sekarang setelah facebook bisa diakses dari hampir semua jenis ponsel, pengguna facebook merambah ke semua kalangan. Dari karyawan, ibu rumah tangga, sopir sampai tukang ojeg di perkampungan punya akun facebook.

Cukup dengan beli pulsa Rp. 10.000,- mereka sudah bisa facebookan kapan saja dan di mana saja.


Dunia Baru Kaum Ibu

Khusus untuk ibu-ibu rumah tangga, selain mengerjakan pekerjaan rutin di rumah seperti mengasuh anak, mencuci dan memasak, sekarang mereka punya aktivitas baru yaitu facebookan.

Ibu-ibu rumah tangga yang gaul ini sekarang punya aktivitas baru yang menyenangkan. Mereka bisa nulis status tentang aktivitas keseharian mereka atau mengomentari status teman-temannya layaknya para selebritis.

Mereka juga bisa inbox-an membicarakan hal-hal yang dianggap pribadi dengan teman facebooknya.

Mereka terlihat asyik dengan aktivitas barunya di dunia maya, melepaskan kepenatan dan kejenuhan aktivitas keseharian di dunia nyata.

Jika ditanya ,untuk apa sih mereka facebookan?

"Dari pada bete dan jenuh di rumah gak ada kegiatan, ya mending facebookan sama temen-temen," begitu alasan ibu-ibu facebooker ini.

Masalahnya untuk facebookan via ponsel, mereka harus mengeluarkan dana lebih untuk membayar biaya akses internet. Artinya ada biaya tambahan untuk membayar keasyikan mereka facebookan.

"Lho kok pulsanya udah habis sih, padahal baru dua hari yang lalu beli pulsa," teriak seorang ibu rumah tangga, sebut saja namanya Reni.

"Ya iya lah, kan pulsanya kesedot buat facebookan. Emang facebookan gak pake pulsa?" jawab suaminya.

Iya nih Pah, sekarang mamah jadi boros pulsa, facebookan terus sih...hihihi..." jawab Reni enteng.

"Ya, facebookannya jangan kelamaan dong, dibatesin biar gak terlalu boros pulsa."

"Dibatesin gimana? Klo ada yang komen di status mamah, kan harus dibales. Klo gak dibales nanti temen-temen facebook mamah pada gak mau komen lagi dong. Lagian mamah kan jadi gak bete semenjak suka facebookan, ada hiburan di rumah...hehe.."

"Gak harus dibales semua dong mah, yang penting-penting aja yang dikomen. Klo semua status dan komentar temen dibales, ya ngabisin pulsa cuma buat facebookan."

Itulah sepenggal percakapan sepasang suami istri yang sama-sama suka facebookan menggunakan ponsel.

Salah satu masalah bagi para facebooker yang menggunakan ponsel adalah boros pulsa, yang berarti pula boros biaya. Harus ada anggaran tambahan untuk aktivitas baru mereka du dunia maya.


Potensi Pasar Dunia Maya di Layar Ponsel

Melihat potensi pasar penguna internet via ponsel yang sangat besar, perusahaan-perusahaan operator seluler, berlomba menawarkan paket internet murah untuk menggaet para netter dan febooker baru ini. Walaupun pada kenyataanya biaya akses internet via ponsel di negeri ini masih tergolong mahal.

Baru-baru ini Indosat, salah satu perusahaan operator seluler ternama negeri ini, gencar mempromosikan paket telepon, sms dan akses internet murah untuk para pengguna kartu prabayar Indosat khususnya kartu Mentari.

Paket yang ditawarkan Indosat adalah "Mentari Paket Lengkap 24 Jam": Layanan Nelpon + SMS ke semua operator dan akses Internet mulai pukul 00.00 - 24.00 dalam satu paket lengkap Mentari.

"Mentari Paket Lengkap 24 Jam" terdiri dari 2 jenis paket, yaitu :

Paket HARIAN24 : Nelpon ke sesama Indosat 50 menit, nelpon ke operator lain 5 menit, SMS 50 sms dan Internet 1MB. Tarif paket Rp. 5.000/hari.

Paket BULANAN24 : Nelpon ke sesama Indosat 1.000 menit, nelpon ke operator 100 menit, SMS 1.000 sms dan Internet 100MB. Tarif paket Rp. 100.000/bulan.

Indosat mengklaim "Paket Lengkap 24 Jam" ini sebagai layanan paling lengkap dengan tarif hemat hingga 87% dari tarif normal.

"Pah, pulsa mamah udah habis nih, gak bisa facebookan.... bete nih. Beliin pulsa dong!" kata Reni merengek kepada suaminya yang baru pulang kerja.

"Mah, sekarang ada paket murah dari Indosat untuk pengguna kartu Mentari. Nelpon, sms, internetan cuma Rp. 5.000 sehari. Bisa juga yang bulanan, cuma Rp. 100.000 sebulan. Sekarang kita pake Mentari aja biar hemat pulsa."

"Ah, yang bener? Masa sih nelpon, sms sama internetan cuma Rp. 100.000 sebulan? Murah banget dong pah?" kata Reni tampak sumringah.

"Bener! Nih lihat papah bawa brosurnya!"

Sekarang sepasang suami istri yang sama-sama suka fecebookan via ponsel ini tampak ceria. Mereka berdua bisa tetap facebookan, telepon dan sms-an sepuasnya dengan tarif hemat dari Indosat.

Readmore...
6 Desember 2012

Membangun Kebiasaan Unggul Top Leader MLM

0 komentar
 
Oleh Redaktur APLI

Dalam serial buku Rich Dad Poor Dad, Robert Kiyosaki sering menyatakan bahwa bisnis MLM merupakan sekolah bisnis yang sangat bagus untuk dimasuki oleh setiap orang yang ingin maju secara finansial.

Sementara dalam sebuah wawancara, Andrias Harefa, penulis buku-buku bestseller, juga menyatakan bahwa bisnis MLM merupakan salah satu wadah pembelajaran kewirausahaan yang sangat bagus bagi generasi muda.

Pendek kata, MLM dapat diposisikan sebagai sebuah Sekolah Kehidupan.Pandangan-pandangan di atas tidak mengada-ada sama sekali. Bisnis MLM memang menawarkan rangakaian proses pembelajaran yang mungkin tidak akan ditemui di tempat lain.

Dalam bisnis ini, orang benar-benar ditantang untuk melakukan proses pengembangan diri semaksimal mungkin. Jika tidak mampu menjalani proses tersebut, maka bisa dipastikan keikutsertaan seseorang di bisnis ini akan seumur jagung saja.

Dalam proses pembelajaran di bisnis MLM, salah satu hal terbaik yang bisa dilakukan adalah membangun kebiasaan-kebiasaan unggul. Kebiasaan unggul ini bisa didapat dari berbagai pengalaman langsung di lapangan, atau dari proses penalaran dan pengembangan yang sinergis antara pengalaman sendiri dengan pengalaman orang lain.

Hampir semua top leader MLM menjadikan pengalaman sendiri sebagai salah satu sumber utama strategi pengembangan bisnisnya. Namun, tak jarang pula pengalaman dari sumber-sumber luar juga menjadi inspirasi dan menjadi sangat membantu pengembangan bisnis.

Sukses para top leader MLM sejatinya berasal dari kebiasaan-kebiasaan mereka yang positif dan unggul. Kebiasaan itu dipupuk dan dikembangkan selama bertahun-tahun sampai sungguh-sungguh menampakkan hasil.

Semisal, kebiasaan dalam hal merekrut secara rutin para member atau calon leader baru, kebiasaan berpikir sebagai seorang pemenang, kebiasaan mengatasi masalah dengan kebijaksanaan seorang pemimpin sejati, kebiasaan mengembangkan keterampilan dan potensi diri, dll.

Nah, bagi seorang pemula di bisnis ini, tugas yang sama juga harus dilakukan, yaitu membangun kebiasaan unggul sebagaimana juga dilakukan oleh sponsor atau upline leader mereka.

Pada prinsipnya, keseluruhan prinsip yang diulas dalam rubrik ini adalah hal-hal yang sifatnya mendasar dan perlu dijadikan sebagai kebiasaan sukses seorang distributor MLM. Namun, tetap ada yang namanya kebiasaan “biasa” serta kebiasaan yang sifatnya “unggul”.Lalu, apa itu kebiasaan “biasa” dan kebiasaan “unggul”?

Kebiasaan “biasa” sebenarnya merujuk kepada prinsip-prinsip mendasar, yang pastinya wajib dijalankan atau dikuasai. Kebiasaan “biasa” di sini tidak bisa diartikan sebagai kebiasaan yang tidak istimewa atau kurang bernilai. Sebaliknya, kebiasaan “biasa” adalah kebiasaan standar yang menjadi basic dari kesuksesan.

Kebiasaan “biasa” yang standar itu sama pentingnya dengan kebiasaan “unggul”, karena kebiasaan-kebiasaan itu juga menjadi fondasi kesuksesan.Sementara kebiasaan “unggul” bisa diartikan sebagai kebiasaan khusus yang diyakini bisa mempercepat, memperkuat, dan melestarikan kesuksesan seorang leader MLM.

Merekrut member baru itu adalah kebiasaan yang “biasa”. Mengapa? Karena ini merupakan standar aktivitas yang harus dilakukan oleh setiap distributor untuk mengembangkan sebuah grup MLM.

Nah, kebiasaan merekrut itu baru disebut unggul bila diarahkan pada hasil rekrut yang sangat berkualitas, serta mampu melahirkan para calon leader baru.Lalu, apa saja kebiasaan unggul para top leader MLM yang bisa diteladani dan dibangun oleh para pemain baru di bisnis ini?

Kebiasaan unggul top leader MLM itu beragam sekali, bahkan bisa berbeda-beda terkait dengan konteks perusahaan dan masa perkembangan MLM itu sendiri.

Namun, ada beberapa kebiasaan unggul yang sifatnya lebih universal—dan bisa dipelajari kapan pun serta oleh siapa pun—yang sangat bermanfaat bagi pengembangan karakter sukses seorang top leader MLM. Anda bisa simak dalam tulisan berikutnya “5 Kebiasaan Unggul Top Leader”.

Ilustrasi foto : Li Wei
Readmore...

ShareThis

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...